wisata

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah
Written by hamma

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang naikkan khasanah arsitektural masjid masjid Indonesia dengan arsitekturalnya yang cukup unik dengan menjadikan satu arsitektural jawa dengan arsitektural Eropa dan arsitektural masjid universal ke satu bangunan masjid dengan bentuk yang demikian elok diperlengkapi feature masjid kekinian waktu ke 21. Bentuk atap seperti atap MAJT ini seperti dengan atap Masjid Raya Al-Bantani, Banten serta atap Masjid Besar dalam tempat sisa lapangan terbang Kemayoran Jakarta Pusat, kombinasi bentuk atap yang unik tetapi berlainan dapat didapati di Masjid Muammar Qaddafy, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) adalah masjid propinsi buat propinsi Jawa Tengah. Kehadiran bangunan masjid ini tidak terlepas dari Masjid Besar Kauman Semarang. Pembangunan MAJT bermula dari kembalinya tanah banda (harta) wakaf mempunyai Masjid Besar Kauman Semarang yang sudah demikian lama tidak pasti rimbanya. Hasil perjuangan banyak faksi untuk kembalikan banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang itu ahirnya berbuah manis sesudah lewat perjuangan panjang. MAJT sendiri dibuat di atas satu diantara petak tanah banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang yang sudah kembali itu.

Sejarah Masjid Agung Jawa Tengah

Pembangunan MAJT bermula dari kembalinya tempat tanah yang disebut banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang pada warga muslim Semarang sesudah lewat perjuangan panjang semenjak tahun 1980. Kembalinya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang itu jadi latar cerita pendirian Masjid Agung Jawa Tengah.

Raibnya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang bermula proses dari ganti guling tanah wakaf Masjid Kauman seluas 119,127 ha yang diurus oleh BKM (Tubuh Kesejahteraan Masjid) bentukan Bagian Persoalan Agama Depag Jawa Tengah. Dengan bukti tanah itu tidak produktif, oleh BKM tanah itu di ganti guling dengan tanah seluas 250 ha di Demak melalui PT. Sambirejo. Selanjutnya beralih tangan ke PT. Tensindo mempunyai Tjipto Siswoyo.

Proses ganti guling itu tidak mulus sebab tanah di Demak itu tidak pasti rimbanya sebab telah ada jadi laut, sungai, kuburan serta yang lain. Beberapa usaha hukum yang ditempuh untuk kembalikan tanah itu menjumpai jalan buntu. Dari tingkat Pengadilan Negeri sampai kasasi di Mahkama Agung, BKM Masjid Kauman masih kalah. Hari Senin 27 Juli 1998, KHMA Sahal Mahfudh, saat itu Ketua Umum MUI Jawa Tengah, dengan Drs. H. Ali Mufiz Ketua MUI serta dosen Fisip Undip, Dr. H. Noor Achmad, MA (Ketua Tubuh Pengaturan Pemuda Remaja Masjid) serta Drs. HM Chabib Toha MA sekretaris MUI Jawa Tengah membuat rapat mengenai bandha Masjid Kauman Semarang yang hilang.

Baca juga : Wisata Alun Alun Kidul Jogja

Seterusnya di sepakati membuat team terintegrasi pengembaliah banda wakaf Masjid Agung Kauman Semarang yang dimotori oleh Mayjend TNI Mardiyanto jadi Pangdam IV Diponegoro serta kepala Tubuh Pengaturan Kestabilan Nasional Wilayah (Bakortanasda) Jawa Tengah. sedang ketua team terintegrasi dijabat oleh Kol.Bambang Sugiyarto selanjutnya diteruskan oleh Kol. Art. Slamet Prayitno yang memegang Tubuh Kesbang serta Linmas Jawa Tengah.

Dengan beberapa tokoh warga Kauman seperti KH. Turmudzi TA, KH. Hanief Ismail Lc, H. Hasan Toha Putra MBA, Ir. H. Khammad Maksum, H. Muhaimin MS, Ssos dengan suport wakil rakyat DPRD Jawa Tengah, seterusnya suport untuk kembalikan tanah bandha masjid Kauman makin kuat.

Seterusnya tanggal 8 Juli 2000, Tjipto Siswoyo menyerahkan sertifikat tanah seluas 69,2 ha yang  dikuasainya pada Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Bibit Waluyo jadi Ketua Bakortanasda Jawa Tengah, yang seterusnya dikasih pada Gubernur Mardiyanto.

Jalan Akses MAJT

MAJT diperlengkapi dengan beberapa jalan akses. Satu jalan akses penting ke ruas Jalan Gajah Raya yang disebut jalan akses pertama MAJT, selanjutnya diteruskan dengan pembangunan jalan akses ke Jalan Soekarno Hatta selama 750 mtr. yang dibuat jadi persiapan peresmian MAJT oleh presiden SBY 14 November 2006 waktu kemarin. Selanjutnya, akan dibikin akses baru lewat Jl Jolotundo serta akses belakang ke arah Jembatan Kartini serta jalan Citarum.

Demikian informasi seputar Masjid Agung Jawa Tengah, semoga informasi ini bermanfaat dan sampai jumpa di artikel kami selanjutnya. Nah, selain ke Semarang kamu juga bisa menikmati suasana tempat wisata di Jogja loh. Silahkan pesan paketnya di penyedia jasa Paket Wisata Jogja yang di handle langsung oleh Trip Jogja guys. Terima kasih.

About the author

hamma